Market Review : Akhir Pekan , Emas Rawan Koreksi Mingguan

Harga emas diperdagnagkan naik tajam , terus mendekati level tertinggi sepanjang masa dan berpotensi lanjutkan pengautan membuat rekor tertinggi baru ejak gelombak krisis keuangan global 12 tahun lalu.

Emas terus catatan level tertinggi baru ditengah meningkatnya ketegangan hubungan AS-China, konflik politik internal AS seputar Stimulus Darurat Covid yang bersamaa dengan jelang Pemilu AS pada November mendatang.

Serangkaian konflik telah mendorong Dolar turun tajam uji level terendah tahun ini, dan Emas kembali menjadi satu-satunya safe haven yang diuntungkan.

Dalam lima hari perdagangan berturut-turut, harga emas catatkan keuntungan tajam lebih dari $100.

Pada sesi perdagangan Kamis (23/7) Harga emas dipasar spot ditutup naik sebesar $15.60 atau 0.83% berakhir pada level $1,886.85, setelah sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,898.20 dan serendah $1,863.50.

Sedangkan Emas berjangka kontrak Agustus sebagai kontrak teraktif saat ini – ditutup naik sebesar $24.90 atau 1.30% berakhir pada level $1,890.00 per troy ounce di Divisi Comex.

Index Dolar AS ditutup turun sebesar 17 poin atau 0.18% berakhir pada level 94.81 setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi 95.18 dan serendah 94.59.

Memasuki sesi perdagangan hari ini, pasar emas akan terfokus pada serangkaian laporan Manufacturing PMI Eropa , Inggris dan AS..

Setelah mencatatkan keuntungan tajam lebih dari $100 dalam sepekan ini, emas berpotensi koreksi sebagai aksi profit taking. Antisipasi profit taking di sesi perdagangan AS.

Secara Teknikal, harga emas diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran $1,921.00 – $1,878.00.

Leave a Reply