Emas Potensi Rebound Diakhir Pekan

Harga emas terkoreksi tajam pada sesi perdagangan Kamis (17/9) tertekan oleh penguatan Dolar dan Yen Jepang.

Yen terus menguat uji level tertendah hariannya pada 104.50 – mencatatkan kerugian dalam enam sesi perdagangan berturut-turut.

Dipasar mata uang utama lainnya, Doalr sempat uji level tertinggi hariannya pada 93.51 , sebelum akhirnya kembali ditutup turun sebesar 19 poin atau 0.20% berakhir pada level 92.91, etelah sempat anjlok hingga serendah 92.87.

Dolar tertekan merepon rangkaian data ekonomi AS yang dirilis mengecewakan disesi Kamis malam mulai dari laporan Perumahan hingga jumlah Klaim Pengangguran mingguan AS.

Dipasar spot, harga emas ditutup turun sebesar $15.45 atau 0.79% berakhir pada level $1,944.00 per troy ounce, setelah sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,960.75 dan serendah $1,932.65.

Emas berjangka kontrak Desember – sebagai kontrak teraktif saat ini. Harga emas ditutup turun sebesar $20.60 atau 1.10% berakhir pada level $1,949.90 di Divisi Comex.

Memasuki sesi perdagangan akhir pekan ini pasar emas akan mencoba memperhatikan pertemuan Bank Sentral Rusia yang diperkirakan akan memangkas suku bunga Fed sebesar 25 Bps menjadi 4.00%.

Diluar dari fundamental CBR (Central Bank Of Russia) Emas juga akan terfokus pada pergerakkan Yen Jepang.

Meski minim data, investor diharapkan mengantisipasi terjadinya aksi profit taking.

Secara teknikal, pola triangle pada grafik emas masih akan menjadi kunci trend pada harga emas. Emas akan terbatas pada kisaran $1,977.00 – $1,906.00.

Penembusan level-level tersebut akan mengindikasi trend harga emas dalam jangka pendek.

Leave a Reply