Masih Rentan Turun, Emas Coba Rebound Dipasar Asia

Harga emas dibuka naik tipis pada awal sesi perdagangan hari ini (23/9) setelah diperdagangkan anjlok dalam dua sesi perdagangan berturut-turut uji level terendah dalam lebih dari 1 bulan terakhir.

Harga emas anjlok setelah Dolar AS naik tajam dan bertahan diatas level 93 – karena diuntungkan dari kemungkinan stimulus ECB untuk melemahkan Euro dan penurunan tajam di Pasar terling ditengah tingginya kasus Covid19 di Inggris.

Pada Selasa (22/9), Harga Emas spot ditutup turun sebesar $12.25 atau 0.64% berakhir pada level $1,899.85 per troy ounce, setelah empat diperdagangkan hingga setinggi $1,919.80 dan serendah $1,894.60.

Emas berjangka kontrak Desember ditutup turun sebesar $3.00 atau 0.25% berakhir pada level $1,907.60 per troy ounce di Divisi Comex.

Sementara Index Dolar As ditutup naik sebesar 45 poin atau 0.48% berakhir pada level 93.97 , setelah sempat diperdagangkan hingga setinggi 93.46 dan serendah 94.09.

Memasuki sesi perdagangan hari ini, pasar emas maih cenderung terfokus pada pergerakan rival utamnya karena sentiment internal sebagian besar mata uang utama dunia.

Rangkaian Manufacturing PMI Eropa, Inggris dan AS akan menjadi fokus pasar sepanjang sesi perdagangan hari ini. Diikuti oleh laporan Press Conference Kepala Fed Jerome Powell pada pukul 21:00 WIB.

Secara teknikal harga emas telah bergerak keluar kisaran pola Triangledan bertahan dibawah level $1,910 per troy ounce.

Penembusan level-level tersebut akan mengindikasi trend harga emas dalam jangka pendek.

Leave a Reply