Harga Minyak Lanjut Koreksi, Respon Penguatan Dolar

Harga minyak melemah tajam, turun dari level tertinggi sejak Juli 2018 merespon penguatan Dolar paska pertemuan yang dirilis semalam.

Pejabat Federal Reserve mengatakan bahwa mereka akan menaikkan suku bunga lebih awal dan berhenti membeli obligasi darurat. Dengan 13 member Fed memperkirakan suku bunga akan naik pada awal 2023 dan 7 member melihat suku bunga akan naik pada 2022. Masing-masing meningkat dari pertemuan fed sebelumnya pada 7 member (2023) dan 4 member (2022).

Dipasar spot, harga minyak ditutup melemah 57 sen atau 0.80% berada pada level $71.04 per barel, setelah sempat uji tertinggi $72.30 dan terendah $69.77.

Minyak mentah berjangka Brent ditutup turun sekitar $1.31 atau 1.80% berakhir pada level $73.08 per barel. Sementara minyak mentah WTI ditutup turun sekitar $1.11 atau 1.50% berakhir pada $71.04 per barel.

Leave a Reply